<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Arya Sandhiyudha&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://ourchoice.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ourchoice.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Harian-ku...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Sep 2009 05:41:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ourchoice.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/de5a19f359377983c0bbb21dbeac11b4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Arya Sandhiyudha&#039;s Weblog</title>
		<link>http://ourchoice.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ourchoice.wordpress.com/osd.xml" title="Arya Sandhiyudha&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ourchoice.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Qs. Al-Fatihah &amp; Al-Baqoroh 1-48</title>
		<link>http://ourchoice.wordpress.com/2009/09/19/qs-al-fatihah-al-baqoroh-1-40/</link>
		<comments>http://ourchoice.wordpress.com/2009/09/19/qs-al-fatihah-al-baqoroh-1-40/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 05:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ourchoice</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ourchoice.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Harian-ku Bersama Alqur-an: &#8220;&#8230;untuk Kehidupan Bahagia&#8221; Surat Al-Fatihah Ayat 1-4 Basmalah: “ON”. Memulai Aktivitas Bermanfaat Sebelum beraktivitas, kita membaca “basmalah”: bismillah arrahman arrohiim. Ini berarti semua perbuatan kita senantiasa disandarkan hanya kepada Allah swt., Dia yang menciptakan alam semesta. Artinya, dengan mengucapkan basmalah kita berharap aktivitas tersebut bermanfaat tidak hanya di dunia, namun juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourchoice.wordpress.com&amp;blog=1618430&amp;post=22&amp;subd=ourchoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Catatan Harian</em></strong><strong>-ku Bersama Alqur-an:</strong></p>
<p><strong>&#8220;&#8230;untuk Kehidupan Bahagia&#8221;</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Surat Al-Fatihah</strong></p>
<p>Ayat 1-4</p>
<p><strong>Basmalah: “ON”. Memulai Aktivitas Bermanfaat</strong></p>
<p>Sebelum beraktivitas, kita membaca “basmalah”: bismillah arrahman arrohiim. Ini berarti semua perbuatan kita senantiasa disandarkan hanya kepada Allah swt., Dia yang menciptakan alam semesta. Artinya, dengan mengucapkan basmalah kita berharap aktivitas tersebut bermanfaat tidak hanya di dunia, namun juga terhitung sebagai pemberat ‘amal di perhitungan akhirat.</p>
<p>Hanya Allah swt. yang memberikan kasih sayang (<em>Ar-Rahman ar-Rohim</em>) kepada seluruh makhluk, diantaranya dengan memelihara, membimbing, dan memberikan keadilan (Malik). Memulai dengan ‘basmallah’ juga bermakna kita berniat melakukan sesuatu yang tidak merugikan siapapun. Sebaliknya, kita justru berniat bermanfaat, bernilai kasih sayang dan dekat dengan keadilan.</p>
<p>Ayat 5-6</p>
<p><strong>Kami Berbakti. Mengembangkan Potensi</strong></p>
<p>We worship (<em>na’bud</em>), bermakna pernyataan “ibadah” atau berbakti. Cakupan berbakti dapat berupa belajar-mengajar, tolong menolong dalam kebaikan, dan merawat diri. Berbakti itu bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Melalui ibadah, potensi kita dapat berkembang dengan baik. Potensi tersebut berkembang karena difungsikan untuk yang baik. Jika masih sulit dalam melakukannya, maka kita dapat memohon pertolongan hanya kepada-Nya: <em>ihdinash-shirothol mustaqiim! </em>Tunjukilah kami cara yang tepat dalam berbakti.</p>
<p>Ayat 7</p>
<p><strong>Cara yang Tepat: Belajar tentang Nilai, Aturan, dan Kisah</strong></p>
<p>Dalam do’a itulah kita memohon “cara yang tepat” (<em>shiroth al-mustaqim</em>)<em> </em>agar potensi kita dapat terus berkembang. Dalam garis besar, Alqur-an memiliki tiga kandungan yang dapat membantu kita menempuh cara yang tepat : pertama, dasar-dasar kepercayaan kepada Allah, aturan hidup (<em>syari’ah</em>), dan kisah (<em>qishshah</em>). Ketiga petunjuk inilah kunci suksesnya.</p>
<p>Sementara mereka yang mengetahui kunci sukses tersebut, namun tidak melaksanakannya akan celaka (<em>al-maghdhub</em>). Begitupun mereka yang tidak tahu petunjuk-Nya karena malas mencarinya akan tersesat (<em>adh-dhollin</em>). Maka, mari kita cari, pelajari, dan laksanakan petunjuk-Nya.</p>
<p><strong>Surat Al-Baqoroh</strong></p>
<p>Ayat 1-2</p>
<p><strong>Alqur-an, Merupakan Pedoman Sukses</strong></p>
<p>Alqur-an inilah pedoman hidup tersebut. Di dalamnya terkandung berbagai jawaban tentang ibadah : definisi ibadah dan keluasan variasi-nya (<em>what</em>)<em>, </em>cara serta metode (<em>how</em>)<em>, </em>penyebab (<em>why</em>), dengan siapa (<em>with whom</em>), dan tujuan (<em>for what reason</em>)<em> </em>kita melakukan banyak hal dan beribadah. Kelengkapan kandungan tersebut tentu sia-sia jika kita menghadapi-nya tidak dengan sikap yang tepat (taqwa).</p>
<p>Ayat 3-5</p>
<p><strong>Taqwa, Ciri-ciri Manusia Bahagia</strong></p>
<p><strong> </strong>Diantara ciri-ciri takwa adalah, <strong>1. Pembelajar:</strong> Menyadari bahwa belajar sangat bermanfaat untuk dirinya sendiri dan yang lain. <strong>2. Kemajuan:</strong> Mempelajari hal-hal yang belum diketahui atau dialami. <strong>3. Pelaksana: </strong>Menerapkan yang dipelari dalam kehidupan, bukan sekedar mengamati. <strong>4. Penyayang: </strong>Mengingat Allah swt. dan menyayangi semua makhluk-Nya dalam kondisi apa pun. Salah satu cara-nya dengan sholat dan berbagi rezeki (ilmu, harta, dan lain-lain). <strong>5. Percaya Petunjuk:</strong> Memercayai petunjuk Allah swt. yang diturunkan kepada Rasulullah saw. dan para rasul terdahulu, serta <strong>6. Evaluatif:</strong> menyiapkan diri untuk dievaluasi di hari Akhir. Ciri-ciri tersebut adalah syarat manusia untuk selalu meraih kebahagiaan (<em>al-muflihuun</em>)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ayat 6-7</p>
<p><strong>Kafaruu, Ciri-Ciri manusia “tertutup”</strong></p>
<p>Alqur-an menyematkan istilah <em>kafaruu</em> pada orang-orang yang bersikeras tidak mau melakukan sesuatu sesuai dengan petunjuk Allah swt. Menariknya, mereka bukan tidak tahu mana yang benar, tetapi mereka menutup mata, telinga, dan hati mereka. Sehingga mereka tidak mengetahui cara tepat untuk mengatasi permasalahan hidup.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak melihat orang-orang yang berpendidikan tinggi dan dari golongan masyarakat kelas atas tetap tidak mampu menjadi orang yang bahagia. Hal ini disebabkan karena mereka memilih untuk menjadi “tertutup”. Even if you warn them (andzartahum)</p>
<p>“Tertutup” dalam hal ini tidak ada kaitannya dengan kepribadian yang pemalu atau sulit bergaul. Maka jangan heran jika kita  menemukan orang yang memiliki teman  banyak dan  memiliki rasa percaya diri yang tinggi, namun mereka sejatinya tergolong orang-orang yang “tertutup”. <em>Even</em> <em>if you warn them</em> (<em>andzartahum</em>), mereka akan tetap menolak belajar dan tidak mau melakukan petunjuk Allah.</p>
<p>Ayat 8-20</p>
<p><strong>Munafik,  suka berpura-pura</strong></p>
<p><strong> </strong>Sifat<strong> </strong>munafik ibarat kepribadian ganda pada diri seseorang. Dalam tampilan luar sering berpura-pura bersikap baik sedangkan di belakangnya ia memiliki motivasi atau niat buruk. <em>They deceive themselve (yakhda’un)! </em></p>
<p>Di zaman rosululloh ada contoh “bapak munafik sedunia”. Abdullah bin Ubay, ia sering berpura-pura mencintai Allah swt., nabi Muhammad saw., dan sahabat-sahabatnya. Tetapi sebenarnya ia sangat membenci, bahkan ingin menyakiti mereka. Kriteria manusia seperti ini tidak mendapat petunjuk dari Allah swt. Kitapun diingatkan untuk mewaspadai orang yang sudah dikenal memiliki sifat semacam ini. Sepanjang masa termasuk hari ini banyak perpecahan sebuah negara dimulai dengan provokasi-provokasi yang benihnya ditanam oleh porang-orang yang berpura-pura baik namun menyimpan kebencian yang besar terhadap kebersamaan sebuah negara.</p>
<p>Perumpamaan mereka seperti orang yang menyalakan api tetapi tidak bisa memanfaatkan cahayanya sebagai penerang. Mereka juga seperti orang yang menyumbat telingadengan jari tangannya ketika petir menyambar. Kesimpulannya, orang munafik sulit diingatkan walaupun untuk kebaikan dirinya sendiri. Mereka tidak bisa mengambil manfaat dari apapun dan tidak akan hidup bahagia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Ayat 21-22</p>
<p><strong>Merenungi, Mempelajari, dan Memahami</strong></p>
<p>Ada beberapa cara agar kita tidak termasuk golongan orang munafik. Diantaranya dengan merenungi, mempelajari, dan memahami ciptaan Allah swt. kegiatan ini tergolong mudah untuk kita laksanakan. Ketika kita merenungi bumi tempat kita berpijak, maka terbentanglah sebuah planet luas dan nyaman sebagai tempat tinggal. Allah pun melengkapinya dengan atap berupa langit. Dari sana Allah menurunkan hujan agar tanaman tumbuh subur, jadi semua makhluk dapat menikmati manfaatnya. Sepatutnya, setelah merenungi, mempelajari, dan memahami ciptaan-Nya, kita tidak ragu untuk mengikuti petunjuk Allah swt.</p>
<p>Saya tentu tidak dapat memberikan perumpamaan tentang alam raya lebih hebat daripada para ilmuwan yang khusus pada bidangnya. Sungguh, kejujuran para ilmuwan adalah salah satu hal yang dapat membawa masyarakat umum dalam kesadaran asasi sebagai seorang hamba Allah. Bagi sebuah “bangsa cahaya”, tinta para ilmuwan yang mencerahkan pemikiran-pemikiran dan membuka mata hati masyarakat adalah satu fondasi kejayaannya.</p>
<p>Ayat 23-24</p>
<p><strong>Tantangan bagi para Ahli</strong></p>
<p>Peragu kebenaran dalam sejarah juga tidak pernah terlalu bermakna. Seperti dalam Alqur-an dikisahkan Allah swt menantang para peragu kebenaran, termasuk mereka yang merasa dirinya “ahli” untuk membuat satu surat saja setaraf yang ada dalam Alqur-an. Musailamah bin Habib adalah contoh yang berakhir dengan kisah diabadikannya “al-Kadzab” (Pendusta) sebagai gelar bagi dirinya karena mengaku nabi. Tentu saja, sejarah juga selalu menutup berbagai kisah serupa dengan ketidakmampuan para peragu dan menampakkan kelemahan argumentasinya.</p>
<p>Ayat 25</p>
<p><strong>Hidup Tenang, Nyaman dan Menyenangkan</strong></p>
<p>Allah swt. akan memberi hadiah istimewa pada mereka yang sadar akan petunjuk hebat tetang keimanan, serta melaksanakannya. Hadiahnya adalah: hidup yang tenang dan nyaman di dunia dan kehidupan akhirat yang sangat menyenangkan. Modal mereka untuk meraih hadiah tersebut: percaya dan belajar terus menerus tentang alam sekitar sekalipun hal-hal yang dianggap kecil. Misalnya perumpamaan Allah swt. tentang agas (nyamuk kecil).</p>
<p>Ayat 26-27</p>
<p><strong><em>Fasiq Award</em>: Melanggar Janji, Memutus Silaturahim, dan Merusak</strong></p>
<p><strong> </strong>Sementara ciri orang fasiq, yaitu hobi melanggar janji, memutus silaturahim, dan merusak. Perbuatannya tersebut akan berdampak pada dirinya sendiri. Kehilangan kepercayaan orang-orang di sekitarnya, dijauhi komunitas terdekatnya, dan dimusuhi oleh semua orang jika kebusukannya terbongkar. Ketika kemunafikan terungkap, maka “fasiq award” yang diberikan oleh masyarakat kebaikan kepada seseorang akan menjadikan kehidupan pelakunya gelisah, membosankan, dan mencekam.</p>
<p>Ayat 28-29</p>
<p><strong>Sindiran Allah swt. terhadap orang kafir dan fasiq</strong></p>
<p><strong> </strong>“Mengapa kalian menolak petunjuk-Nya? Padahal, Allah swt. yang menghidupkan dan mematikan kalian&#8230;” Ini kalimat sindiran Allah swt. yang terdapat pada ayat 28.</p>
<p>Ayat 30</p>
<p><strong>“Khalifah”, Awalnya Diragukan Malaikat </strong></p>
<p><strong> </strong>Manusia, menurut malaikat, merupakan makhluk yang hobi menumpahkan darah dan berbuat kerusakan. Allah swt. lah yang lebih mengetahui, kenapa manusia dipercaya untuk mengelola bumi (<em>al-ardh</em>). Disinilah sifat dilemma yang ditunjukkan ada pada diri manusia, ia dapat menjadi <em>peace maker</em> dapat juga menjadi <em>trouble maker</em>.</p>
<p>Dalam pentas kehidupan manusia, banyak pemimpin yang senang pendekatan kekerasan (<em>coersive</em>) sehingga berakibat banyaknya jatuh korban tak berdosa. Adapula pemimpin yang melakukan pendekatan musyawarah mufakat (<em>consention</em>)<em> </em>dalam memperjuangkan keinginan-keinginannya, sehingga lebih dekat dengan sifat adil dan tentram bagi rakyatnya. Bagaimanapun, dilemma ini adalah amanah yang dipercayakan sekaligus diuji oleh Allah swt.</p>
<p>Ayat 31-37</p>
<p><strong>Kemampuan Belajar Manusia vs Makar Iblis</strong></p>
<p>Manusia diciptakan Allah swt. lengkap dengan kemampuan untuk belajar (akal dan pikiran). Bekal itulah yang menjadikan manusia dibandingkan malaikat, lebih mudah menjelaskan kembali pengetahuan yang Allah swt. berikan. Maka malaikat dan iblis diminta (sujud) mengakui kelebihan manusia. Malaikat mau, namun iblis tidak. Iblis mengingkari kebenaran (al-kafirin).</p>
<p>Kesombongan berbuah ketidak tenangan. Iblis menjadi makhluk dengan peran abadi untuk melawan kebenaran. Peran yang diambil atas pilihannya sendiri. Adam dan Hawa adalah sepasang manusia pertama percobaan “godaan” iblis. Mereka juga pernah takluk dalam godaan iblis, namun bertaubat. Maka manusia yang baik menurut Allah swt. sejak awal penciptaan-nya memang bukan mereka yang tidak pernah berbuat salah. Manusia yang baik tetap berbuat salah, namun mereka berani mengoreksi diri dan komitmen memperbaiki diri. Itulah yang membuat iblis tidak pernah tuntas misinya. Setiap masa selalu menghadirkan manusia-manusia korektor diri (<em>taubat</em>).</p>
<p>Inilah sengketa yang akan terus berlangsung, sepanjang umur kehidupan dunia. Antara kemampuan belajar manusia terhadap kebenaran yang Allah swt. berikan dengan makar iblis yang mengingkari kebenaran. Akan ada selalu ada manusia modern dengan segala pengetahuan yang ia miliki tentang kebenaran, namun berjuang di persidangan untuk membela klien-nya sendiri yang jelas-jelas salah. Tugas kita adalah meredusir atau mengurangi jumlah hakim yang khianat, melemahkan pengaruh pemimpin yang zhalim, dan menyempitkan ruang gerak pengusaha yang curang.</p>
<p>Ayat  38-39</p>
<p><strong>Pemberani dan Periang</strong></p>
<p><strong> </strong>Bahkan seorang nabi-pun juga digoda iblis, bagaimana dengan manusia biasa seperti kita? Tentu saja Allah swt. tidak membiarkan kita hamba-Nya. Ia memberikan petunjuk untuk mengatasi kesulitan hidup. Petunjuk yang dapat menyudahi rasa sedih mereka yang bermasalah dan takut akan hadirnya ujian-ujian berat. Petunjuk yang dapat menjadikan diri kita pemberani dan periang dalam menghadapi kesulitan dan permasalahan hidup. Petunjuk bagi individu maupun kolektif.</p>
<p>Ayat 40-48</p>
<p><strong>Membayar Nikmat dengan Menepati Janji</strong></p>
<p>Allah swt. telah memberikan banyak nikmat kepada bani Israil. Di ayat 40 Allah swt. mengingatkan mereka, “tepatilah janji kalian kepada-Ku”: 1. Meyakini petunjuk Allah swt., 2. Tidak merasa sebagai “umat pilihan Tuhan”, 3. Tidak mengubah dan tidak menyembunyikan petunjuk-Nya, 4. Memohon petunjuk Allah swt. (sholat), 5. Berbagi (zakat), 6. Senantiasa memohon pertolongannya dan tidak berputus asa (sabar) saat menghadapi kesulitan, 7. Belajar mengembangkan potensi, 8. Setelah wafat manusia tidak bisa lagi menolong, bahwa setiap manusia akan mendapatkan akibat sesuai amal perbuatannya.</p>
<p>Dalam ke”umum”an maknanya (bukan ke”khusus”an lafalnya) ayat tersebut merupakan tips bagi setiap bangsa untuk menjadi bangsa yang besar, yaitu dengan cara <em>awfu bi ’ahdi </em>(menepati janji). Ayat ini juga peringatan bagi sebuah bangsa yang diberikan begitu banyak nikmat, seperti Indonesia, untuk tetap menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang Berketuhanan yang Maha Esa. Tidak merasa drinya besar dan cukup, sehingga enggan untuk mengoreksi diri serta berkembang menjadi lebih baik. Setiap anak bangsa juga perlu terus menghidupkan jiwa sosial dengan membantu sesama. Serta bersifat korektif terhadap dirinya sendiri untuk bersiap menghadapi hari perhitungan yang maha Adil. Di hari itu tidak ada pengadilan yang “tebang pilih”. Tidak ada pula yang “kebal hukum”. Baik rakyat jelata maupun pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ourchoice.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ourchoice.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ourchoice.wordpress.com&amp;blog=1618430&amp;post=22&amp;subd=ourchoice&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ourchoice.wordpress.com/2009/09/19/qs-al-fatihah-al-baqoroh-1-40/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6834f1af456c2fae6417ceb099244289?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ourchoice</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
